Meningkatkan Partisipasi Aktif Remaja Dalam Pelayanan  Pak Gereja Di Era Teknologi Digital

Authors

  • Ika Santi Pananda Sekolah Tinggi Teologi Soteria Purwokerto Author
  • Arfin Lestiani Lase Sekolah Tinggi Teologi Soteria Purwokerto Author
  • Marsah Nia Grace Hia Sekolah Tinggi Teologi Soteria Purwokerto Author
  • Monica Santosa Sekolah Tinggi Teologi Soteria Purwokerto Author

Keywords:

Ministry, youth, church, social media

Abstract

Christian youth represent a great hope for the future leadership of the Church. The widespread use of digital technology, particularly social media, has discouraged Christian youth from engaging in church ministry. The church needs to understand the needs of youth to enable them to actively participate in church ministry. The lack of youth involvement in ministry stems from a lack of opportunities and support from the church. This study aimed to provide youth with an understanding that they are the successors of the church. Most importantly, they understood that ministry is not merely about providing the best for humanity but also about strengthening their relationship with the Creator. This study employed a qualitative method, gathering various references from journals and other internet sources. The results demonstrate the importance of increasing youth participation in ministry by utilizing technology as a means to strengthen their spiritual relationship with God through the church.

Abstrak

Remaja Kristen merupakan harapan besar untuk melanjutkan kepemimpinan Gereja di masa yang akan datang. Di tengah-tengah maraknya penggunaan teknologi digital terutama di bagian Media Sosial membuat remaja Kristen tidak bergairah untuk terlibat dalam pelayanan di gereja. Gereja perlu melihat apa yang remaja butuhkan supaya remaja bisa terlibat aktif di dalam pelayan gereja. Kurang aktifnya remaja dalam pelayan karena kurang mendapatkan kesempatan dan dukungan dari gereja. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan memberikan pemahaman kepada remaja bahwa mereka adalah penerus di dalam gereja dan yang terpenting memberikan pemahaman kalau pelayanan bukan hanya sekedar memberikan yang terbaik untuk manusia namun untuk mempererat hubungan dengan Sang Pencipta. Dalam penelitian ini  metode yang digunakan  adalah metode kualitatif dengan mengumpulkan berbagai referensi dari jurnal-jurnal dan sumber internet lainnya. Hasil dari penelitian ini menunjukkan pentingnya meningkatkan  partisipasi remaja dalam pelayanan dengan memanfaatkan teknologi sebagai sarana untuk memperkuat hubungan spiritual dengan Tuhan melalui gereja.

References

Afandi, Yahya. “Gereja Dan Pengaruh Teknologi Informasi ‘Digital Ecclesiology.’” FIDEI: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika 1, no. 2 (2018): 270–283.

———. “Gereja Dan Pengaruh Teknologi Informasi1‘Digital Ecclesiology.’” Jurnal Fidei 1, no. 2 (2018): 270–283.

Alan, Hubert, Frederik, Sanger, and Kasingku Juwinner, Dedy. “Pengaruh Pendidikan Karakter Terhadap Moralitas Remaja Di Era Digital.” Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar 8, no. 2 (2023): 6096–6110.

Freliyanti. “Pengaruh Pendidikan Agama Kristen Terhadap Pertumbuhan Iman Anak.” Salvation 1 (2019): 8.

Gea, Erniwati, Anwar Three Millenium Waruwu, Martina Novalina, and Ampinia Rahap Wanyi Rohy. “Peran Gereja Dalam Membentuk Karakter Remaja Kristen Di Era Kontemporer.” Sabda: Jurnal Teologi Kristen 4, no. 2 (2023): 139.

Hale, Merensiana. “Pemanfaatan Media Digital Dalam Pelayanan Pendidikan Gereja Di Era Digital.” MURAI: Jurnal Papua Teologi Kontekstual 2, no. 1 (2021): 135–148.

Joyke Ondang, Ricky, Samuel Rafly Kalangi, and STT Rumah Murid Kristus. “Pemanfaatan Media Digital Dalam Pelayanan Gerejawi.” TELEIOS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen 03, no. 1 (2023): 62–76. http://e-journal.stttransformasi-indonesia.ac.id/index.php/teleios/index.

Kartiningrum, Eka Diah. “Panduan Penyusunan Studi Literatur.” Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Majapahit, Mojokerto (2015): 1–9.

Lumban Gaol, Rumondang, and Resmi Hutasoit. “Media Sosial Sebagai Ruang Sakral: Gereja Yang Bertransformasi Bagi Perkembangan Spiritualitas Generasi Z Dalam Era Digital.” KENOSIS: Jurnal Kajian Teologi 7, no. 1 (2021): 146–172.

Martin Putra Hura, Septiniar Laoli, and Marisa Aulia Gea. “Transformasi Metode Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen Di Era Digital.” Coram Mundo: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen 6, no. 1 (2024): 2–4.

Melo, Paulus, and Antonius Denny Firmanto. “Peranan Teologi Gereja Bagi Pertumbuhan Spiritualitas Kaum Muda Katolik.” Agiornamento: Jurnal Filsafat-Teologi Kontekstual 4, no. 01 (2023): 39.

Monica Santosa. “Implementasi Kecerdasan Digital (Digital Quotient) Dalam Pelayanan Pendidikan Agama Kristen.” Jurnal Teologi Berita hidup 5, no. 1 (2022): 74.

Montang, Ricky Donald. “Remaja Kristen Dalam Era 5.0.” SOLIDEO Jurnal Pengabdian Masyarakat 2, no. 2 (2024): 63–70.

Petra Marsel Ruhupatty. “Pemuda Kristen Sebagai Tulang Punggung Pelayanan Gereja Dalam Kajian PAK Spiritual.” INSTITUTIO: JURNAL PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN 9, no. 2 (2023): 101.

Risa, Edita Tersa, and Yuliana Eni Yuliati. “Partisipasi Kaum Mudah Dalam Pengembangan Komunitas Basis Gerejani Diera Digital.” Jurnal Pelayanan Pastoral 4, no. 2 (2023): 97–104.

Siregar, Nurliani, Romulus Sirait, Ruth Ningsih Nababan, Sri Renata Sagala, Anita Yohana Manurung, Incarini Siagian, Juis Pahotan Simbolon, and Hetika Melda Panjaitan. “Penerapan Teknologi Dalam Mengantisipasi Globalisasi Terhadap Pertumbuhan Karakter Naposo Bulung Di HKBP Pantai Cermin.” Innovative: Journal Of Social Science Research 4, no. 4 (2024): 4701–4716.

Tapscott, Don. Grown Up Digital : Yang Muda Yang Mengubah Dunia. Jakarta, 2013.

Downloads

Published

2025-12-07