Meningkatkan Partisipasi Aktif Remaja Dalam Pelayanan Pak Gereja Di Era Teknologi Digital
Keywords:
Ministry, youth, church, social mediaAbstract
Christian youth represent a great hope for the future leadership of the Church. The widespread use of digital technology, particularly social media, has discouraged Christian youth from engaging in church ministry. The church needs to understand the needs of youth to enable them to actively participate in church ministry. The lack of youth involvement in ministry stems from a lack of opportunities and support from the church. This study aimed to provide youth with an understanding that they are the successors of the church. Most importantly, they understood that ministry is not merely about providing the best for humanity but also about strengthening their relationship with the Creator. This study employed a qualitative method, gathering various references from journals and other internet sources. The results demonstrate the importance of increasing youth participation in ministry by utilizing technology as a means to strengthen their spiritual relationship with God through the church.
Abstrak
Remaja Kristen merupakan harapan besar untuk melanjutkan kepemimpinan Gereja di masa yang akan datang. Di tengah-tengah maraknya penggunaan teknologi digital terutama di bagian Media Sosial membuat remaja Kristen tidak bergairah untuk terlibat dalam pelayanan di gereja. Gereja perlu melihat apa yang remaja butuhkan supaya remaja bisa terlibat aktif di dalam pelayan gereja. Kurang aktifnya remaja dalam pelayan karena kurang mendapatkan kesempatan dan dukungan dari gereja. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan memberikan pemahaman kepada remaja bahwa mereka adalah penerus di dalam gereja dan yang terpenting memberikan pemahaman kalau pelayanan bukan hanya sekedar memberikan yang terbaik untuk manusia namun untuk mempererat hubungan dengan Sang Pencipta. Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan mengumpulkan berbagai referensi dari jurnal-jurnal dan sumber internet lainnya. Hasil dari penelitian ini menunjukkan pentingnya meningkatkan partisipasi remaja dalam pelayanan dengan memanfaatkan teknologi sebagai sarana untuk memperkuat hubungan spiritual dengan Tuhan melalui gereja.
References
Afandi, Yahya. “Gereja Dan Pengaruh Teknologi Informasi ‘Digital Ecclesiology.’” FIDEI: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika 1, no. 2 (2018): 270–283.
———. “Gereja Dan Pengaruh Teknologi Informasi1‘Digital Ecclesiology.’” Jurnal Fidei 1, no. 2 (2018): 270–283.
Alan, Hubert, Frederik, Sanger, and Kasingku Juwinner, Dedy. “Pengaruh Pendidikan Karakter Terhadap Moralitas Remaja Di Era Digital.” Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar 8, no. 2 (2023): 6096–6110.
Freliyanti. “Pengaruh Pendidikan Agama Kristen Terhadap Pertumbuhan Iman Anak.” Salvation 1 (2019): 8.
Gea, Erniwati, Anwar Three Millenium Waruwu, Martina Novalina, and Ampinia Rahap Wanyi Rohy. “Peran Gereja Dalam Membentuk Karakter Remaja Kristen Di Era Kontemporer.” Sabda: Jurnal Teologi Kristen 4, no. 2 (2023): 139.
Hale, Merensiana. “Pemanfaatan Media Digital Dalam Pelayanan Pendidikan Gereja Di Era Digital.” MURAI: Jurnal Papua Teologi Kontekstual 2, no. 1 (2021): 135–148.
Joyke Ondang, Ricky, Samuel Rafly Kalangi, and STT Rumah Murid Kristus. “Pemanfaatan Media Digital Dalam Pelayanan Gerejawi.” TELEIOS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen 03, no. 1 (2023): 62–76. http://e-journal.stttransformasi-indonesia.ac.id/index.php/teleios/index.
Kartiningrum, Eka Diah. “Panduan Penyusunan Studi Literatur.” Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Majapahit, Mojokerto (2015): 1–9.
Lumban Gaol, Rumondang, and Resmi Hutasoit. “Media Sosial Sebagai Ruang Sakral: Gereja Yang Bertransformasi Bagi Perkembangan Spiritualitas Generasi Z Dalam Era Digital.” KENOSIS: Jurnal Kajian Teologi 7, no. 1 (2021): 146–172.
Martin Putra Hura, Septiniar Laoli, and Marisa Aulia Gea. “Transformasi Metode Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen Di Era Digital.” Coram Mundo: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen 6, no. 1 (2024): 2–4.
Melo, Paulus, and Antonius Denny Firmanto. “Peranan Teologi Gereja Bagi Pertumbuhan Spiritualitas Kaum Muda Katolik.” Agiornamento: Jurnal Filsafat-Teologi Kontekstual 4, no. 01 (2023): 39.
Monica Santosa. “Implementasi Kecerdasan Digital (Digital Quotient) Dalam Pelayanan Pendidikan Agama Kristen.” Jurnal Teologi Berita hidup 5, no. 1 (2022): 74.
Montang, Ricky Donald. “Remaja Kristen Dalam Era 5.0.” SOLIDEO Jurnal Pengabdian Masyarakat 2, no. 2 (2024): 63–70.
Petra Marsel Ruhupatty. “Pemuda Kristen Sebagai Tulang Punggung Pelayanan Gereja Dalam Kajian PAK Spiritual.” INSTITUTIO: JURNAL PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN 9, no. 2 (2023): 101.
Risa, Edita Tersa, and Yuliana Eni Yuliati. “Partisipasi Kaum Mudah Dalam Pengembangan Komunitas Basis Gerejani Diera Digital.” Jurnal Pelayanan Pastoral 4, no. 2 (2023): 97–104.
Siregar, Nurliani, Romulus Sirait, Ruth Ningsih Nababan, Sri Renata Sagala, Anita Yohana Manurung, Incarini Siagian, Juis Pahotan Simbolon, and Hetika Melda Panjaitan. “Penerapan Teknologi Dalam Mengantisipasi Globalisasi Terhadap Pertumbuhan Karakter Naposo Bulung Di HKBP Pantai Cermin.” Innovative: Journal Of Social Science Research 4, no. 4 (2024): 4701–4716.
Tapscott, Don. Grown Up Digital : Yang Muda Yang Mengubah Dunia. Jakarta, 2013.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Ika Santi Pananda, Arfin Lestiani Lase, Marsah Nia Grace Hia, Monica Santosa (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License (CC BY-SA 4.0).that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).




